تusuk Pantatnya Dan Dia Menikmati Setiap Detiknya

Jay, kenapa dia bisa setenang itu, kenapa seakan ia tidak mau melihat apa yang sedang terjadi?“Ray, aku sayang kamu,” Chie memelukku dengan kedua lengannya. Bokep hijab Tapi bukan Chie. “Ray…”
“Hmm…”
“Kamu pikir akan ada yang mau menikahiku kelak?”
Ah, Chie. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Kusentuh tubuh indahnya, membantunya melepas baju dan branya. Aku pun juga. Benarkah? “Aku juga, Chie. Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Yah, aku sudah merasa cukup senang dengan kehidupanku sekarang tanpa harus terbebani kuliah seperti orang-orang kebanyakan yang lebih memuja akademik daripada skill.“Halo?”
“Ray?”
“Oh, Chie. Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. “Ray…”
Ah! Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Aku pun juga. Kurasakan otot-ototku menegang dalam kenikmatan yang kurasakan. Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu.

تusuk Pantatnya Dan Dia Menikmati Setiap Detiknya

Related videos