Gak apa-apa kan Qora sayang ?”Walau ada rasa miris, tapi aku coba mengerti, “iya gak apa-apa kok.”“Awas loh cari pacar lagi !” nadanya langsung berubah menyeramkan, dasar wanita.Hari terus berlalu, Sava terlihat cantik di layar kaca dengan balutan berbagai macam rancangan busana dari para desainer ternama. Penisku terbebas, terasa segar setelah tadi terkurung dalam ketegangan yang penuh.“Bisa ?”“Belajar dulu.”Aku menyodorkan penisku ke mulut Sava. Link bokep Awalnya dia mengecupi ujung kepala penisku, lalu perlahan mengemut kepala penis secara bertahap. Aku berjalan menuju Sava, aku berusaha menenangkan diriku meski jantungku berdegup sangat kencang. Tapi kami tetap berjalan, terus berjalan hingga kami sampai pada rumah Sava.“Hei Qora, masih aja payungan pake daun pisang,” ah aku baru sadar kami sudah berada di dalam rumah Sava. Harum payudaranya semakin menyengat hidungku, puting yang kemerahan semakin mencuat.Aku menatapnya untuk memantapkan pergumulan kami, tapi aku hanya melihat mata Sava yang tertutup dengan bibir yang dia gigit sendiri. Silahkan ambil nyawaku !




















