Jadi, aku sudah tahu dan siap untuk menjadi madumu.” jawabnya dengan centil sambil mencubitku. Bokep montok Atau barangkali kenikmatan ini telah mengalahkan rasa sakitnya. “Gimana Ci, kita makan dulu ya..?”
Kami langsung ke Plasa Senayan, makan sambil ngobrol di Spageti House. Sekali-sekali kuraba dan kuremas lembut buah dadanya yang menggunung itu, sangatlah seksi dan merengsang berahiku. Kuanggap ini sebagai undangan dan lalu aku mendekati dan memeluknya dari belakang. Aku belum mengatakan, gimana latar belakang dan keadaanku sebenarnya.” keinginanku untuk menjelaskan dipotong Cici. Ukurannya sebenarnya tidak lah besar, tergolong kecil lah karena hanya sekitar 14 cm. Ya ampun, malu nih..! “Har, aku sudah tahu kok. Aku mulai mengayun-ayun pelan dan mulai kurasakan ujung kamaluanku menyentuh liang rahimnya. Tidak terasa, sudah lebih dari 10 menit aku memberinya pengantar kenikmatan, seolah ia sudah sangat pengalaman. Cici, enak sekali..!” gumanku menikmatinya. Tapi jangan bilang sama orang rumah kalau aku bolos lho!” pintanya mengingatkan.Benar saja, pada hari Jumat sepulang kantor kujemput dia di Cengkareng.




















