Lia juga sepertinya sudah hot dari tadi, begitu kusosor dia langsung bereaksi postif.“Gue lepasin CD-nya ya..?”
Lia tidak menjawab, lagi-lagi hanya tersenyum, wajahnya merah. Bokep indo Bilangnya sama si Lia cari udara segar dulu. Tidak berhenti di situ, kurogoh selangkangannya, roknya masih melekat di tubuh, telunjuk dan jari tengahku, kususupkan jauh ke dalam lubang kemaluannya yang sudah licin sekali.Body doi menggelinjang saat jariku mengocok-ngocok. Vaginanya tercetak jelas di balik CD-nya. Vaginanya kini begitu jelas terpampang di depan wajahku. Aku dikocok-kocoknya dengan gencar, sementara lidahnya menelusuri rongga mulutku dengan penuh nafsu. Lampu sorot dan pemandangan tubuh Lia membuatku dan Ivan berkeringat. Sekilas tampak buah dadanya seperti besar, puting susunya mengintip samar-samar dari balik Kamisol-nya.“Ya begitu..!”
Lia tersenyum manis sekali menghadap ke kamera, rambut sebahunya jatuh ke depan menutupi sebagian wajahnya yang cantik. Aku memotret sambil mengamati kulitnya yang banyak terekspos dari leher, dada, punggung, paha. Dari botol-botol sampai kereta api, nenek-nenek, orang lalu lalang, gelandangan, pokoknya apapun menjadi sasaran kameraku, kecuali satu.




















