Mbak Lina!”Aku tersentak, ya ampun suaranya begitu halus dan lembut, suaranya mampu menggetarkan hatiku.“Ya ampun Mbak Lina.. hi hi hi, eh udah agak tua hihihihi.(***-devil) Yee.. Bokep stw kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Jogja Mbak, iya deh Mbak aku jemput sekarang, Mbak tunggu saja di sana ok?”“OK.. mm ini dari siapa yah?”“Ini aku Dik.. Kami berpandangan, Mbak Lina tersenyum manja, kemudian dia mengecup bibirku, aku pun tersenyum.Kupeluk tubuh indahnya kemudian kubaringkan dia, kemudian.. jangan kamu lakukan itu tapi tetap saja kamu lakukan itu. mandinya bareng aja yah, biar lebih cepet, “katanya sambil tersenyum, sekarang dia mulai melepas BH dan celana dalamnya dan tanpa canggung melepas punyaku juga. Sebenarnya Mbak punya komitmen akan sesuatu..” katanya memecah suasana.Dia berkata, “Mbak pernah berjanji pada diri sendiri, barang siapa yang pertama kali melakukan seperti apa yang kamu lakukan tadi pada Mbak, maka Mbak akan setia bersama dia sebagai seorang kekasih.”“Tapi..
















