“Jangan Pak…jangan !” katanya terengah-engah
Tanpa merasa kasihan Imron menjejali mulut Ivana dengan penisnya secara paksa, hampir muntah Ivana dibuatnya. Pak Hermawan juga tinggal memakai kemejanya dan tidak bercelana lagi. Bokep live Selain itu satpam yang berkumis tipis seperti tikus itu juga mengendusi tubuh Ivana di sekitar leher dan tenguk. Hal ini tentu memicu Imron menggenjotnya lebih cepat lagi hingga diapun keluar tak lama kemudian, penisnya menyemprotkan sperma dengan derasnya ke rahim Ivana. Desahannya bercampur dengan suara tangis sesegukan.Imron kini membuka bajunya sendiri hingga yang tersisa cuma celana dalamnya saja. “Wah-wah lagi ada rejeki kok ga bagi-bagi sih Pak Imron !” kata Pak Kahar
“Hahaha…tenang aja saya juga baru pemanasan kok, jadi hidangannya masih segar !” disambut gelak tawa mereka. “Oke deh, kalau emang Non setuju ayo kita masuk ke sana untuk berunding !” Imron mengajak Ivana masuk ke poliklinik itu “Ayo tunggu apa lagi, mau ada yang liat apa !” panggilnya pada Ivana yang masih ragu memasuki ruangan itu.




















