Aku jadi tak tahan. Bokep Tapi nyatanya tidak, dia masih tetap tenang di jok belakang taksiku.“Iya, pak. Kujilat dan kusedot putingnya habis-habisan. Itu namanya bapak benar-benar muasin saya.” dengan tidak sabar, wanita itu segera membetot kontolku dari sarangnya. Masih ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padanya.“Malam, mbak. Terasa sesak, penuh, hingga tak ada ruang dan celah yang tersisa, terasa begitu nikmat.Aku terus mendesaknya masuk hingga mentok di mulut rahimnya. Lalu temannya tadi sudah pulang?”“Pulang duluan, pak, sudah ditunggu istrinya.” jawabnya datar, kali ini diakhiri dengan embusan napas berat dan pandangannya beralih ke layar ponsel. Mbak?” kutanya balik. Tanpa dia sadari, tangannya telah menyambar kepalaku dan jari-jarinya meremasi kembali rambutku yang sudah acak-acakan sambil mengerang dan mendesah-desah menikmati rangsanganku yang terus mengalir. Tapi dia masih tetap diam, hanya mengangguk pelan sambil meninggalkan taksiku. Aku bisa membedakannya.Tak puas cuma dengan tangan, segera aku singkap blus yang dipakainya ke atas. Dia cuma mau tubuhku.




















