Mama mulai meggerakkan pantatnya naik turun mengikuti gerakan kontolku yang keluar masuk memeknya.“Mas, terus teken yang kuat”, desah mama dan tanpa perintah kedua kalinya, akupun menggenjot memeknya lebih kuat sehingga terdengar bunyi “crroooooot… croooott”, mungkin akibat memek mamaku yang sudah basah sekali.“Ayyooo maaasss”, serunya lagi dengan nafasnya yang sudah tersengal sengal. Bokep live leh ya maaaah dimasukin?”, jawabku agak gugup didekat telinganya lagi. saaaayang?”, tambahnya lagi. Lalu kuputar dudukku menghadap ke arah Mama dan tetap duduk dilantai diantara kedua paha mamaku serta Mamapun langsung saja meneruskan mencabuti uban-ubanku.“Mas, kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan?”, kata mama tiba2. Mama kelihatannya tidak ambil pusing dengan rintihanku, dia tetap memutar, memompa, memutar, memompa pantatnya, tapi nafasnya pun sudah begitu cepat. Segera saja aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti




















