“Aku tunggu kamu
di rumahku malam ini jam delapan.”Jam delapan lewat lima menit aku sudah berada di rumah Herlin. Dan lagi-lagi kebimbangan hadir dalam pikiranku, masa aku harus memerawaninya? Bokep barat Beberapa saat kemudian Herlin membuka matanya dan tersenyum kepadaku, sambil memelukku ia
berkata, “Vito, jangan tinggalkan aku yah.. Dia menciumi wajahku dan aku memulai mneggesek-gesekkan batang kemaluanku di lipatan
vaginanya. Creep..creep..creek..clopp.. Dalam kebingunganku dia berbisik, “Vito.., sudah lama
aku menantikan hal ini.., begitu lama aku memendamnya.., aku sayang kamu Vito.. Sampai aku menulis cerita ini hubunganku dengan Herlin masih
tetap berjalan tanpa ada orang yang mengetahuinya.Istriku sempat curiga denganku, tetapi setelah kujelaskan bahwa Herlin adalah rekan kerja, dia percaya
dan tidak pernah lagi menanyakan hal ini lagi.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ”
“Vitoo.. “Dan.., kamu bisa menyimpan
rahasia ngga Vito?” Aku memastikan hal itu kepadanya. “mmhh..mmhh..aauuhh..oohh.. Jari-jarinya yang lentik terasa dingin saat menyentuh
batang kemaluanku. Keluarin aja.. “Dan.., kamu bisa menyimpan
rahasia ngga Vito?” Aku memastikan hal itu kepadanya.




















