Tak disangka, malah tangan Pipit meremas jariku. Bokep crot Akupun membalasnya dengan buas. Sedang tentangku sendiri masih berpetualang dan terus berharap ada “Pipit-Pipit” lain yang nyasar ke pelukanku. Merasa tidak ada protes, langsung kukecup dan mengulum bibirnya. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Aku menindihnya, dan masih menciumi, menjilati lehernya, sampai ke telinga sebelah dalam yang ternyata putih mulus dan beraroma sejuk. “O gitu yah.. Pantas saja dia berani merantau keluar negeri, pikirku.Sesampai dirumah kakaknya, ternyata tuan rumah sedang pergi membantu tetangga yang sedang hajatan. Pantas saja dia berani merantau keluar negeri, pikirku.Sesampai dirumah kakaknya, ternyata tuan rumah sedang pergi membantu tetangga yang sedang hajatan. Kan capek nyetir mobil..” katanya.Diberikannya air putih itu, tapi mata Pipit yang indah itu sambil memandangku genit. Wajahnya biasa saja, agak mirip Bu Murni, tapi kulitnya putih dan semampai pula.




















