Kugigit pelan lehernya. Bokep montok Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat. “Kau menikmatinya, Mila?….nikmatin saja kontolku yang besar ini” bisikku.“Diam..!” dia membentakku. Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. “Akh.. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Gua gak apa-apa koq. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. “Euh.. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Euh..” nah kalau itu, suara Darta. “Kau menikmatinya, Mila?….nikmatin saja kontolku yang besar ini” bisikku.“Diam..!” dia membentakku. Memang aku mengerti keadaannya. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan..” begitulah ucap




















