Matanya langsung menangkapku. Bukankah tadi hampir?” Dia tidak marah, cuma agak kesal mungkin. Bokep colmek “Kamu sungguh cantik!” ujarnya. Well… berbeda dengan yang namanya rakus, loh. aku biarkan tangannya merambat kepunggungku mencari kaitan BH, aku hanya menahan nafas ketika tercium bau cologne yang dia pakai, dekat sekali. “Ngapain dia mau ikut-ikut bayar”, pikirku. Aku harus menjemput mobilku dan pulang ke rumahku sendiri. Akhirnya aku buka pintu menengok keluar, dia masih di sana. Setelah kututup pintu, tanpa disangka Kelvin sudah menyusul di belakangku. Kamu enggak boleh masuk ke sini!” bisikku tertahan. Well, mungkin duit segitu tidak berarti apa-apa buatnya, tapi kan bisa jadi beban untukku.Selesai dinner, Kelvin benar-benar membawaku pergi ke rumahnya. “Maafkan aku…”
“Dia masih tinggal di sini? Secara keseluruhan dia memang oke, mulutnya manis dan pandai berbicara (tentu saja, mungkin ini modalnya bertitel top sales di daerah sini). Aku serius!” Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya aku tampar kepalanya.




















