Kami seakan tak peduli apabila ada yang mendengar dari luar. Tangannya yang halus lagi-lagi meraba batang kejantananku.“Don… Kok udah keras lagi sihh..” Ia bertanya dengan nada manja sembari mengelus-elus batang beruratku.“Uffhss.. Bokepindo Ia berasal dari bandung, dan telah menikah. Eh! Antara penghuni kosan bisa saling akrab dan erat meskipun berjauhan kamarnya, berbanding jauh dengan keadaan kosanku yang sekarang dimana hampir setiap penghuninya tidak saling kenal mengenal.Singkat cerita, akupun jadi cepat akrab dengan mbak nila penghuni kamar seberang kosanku (mungkin karena kami sesame pernah tinggal di bandung). Ingin rasanya aku mendesah kuat-kuat sambil melolong keenakan.“Ah udah ah, kamu jadi keenakan gitu kesenengan.” Ujar mbak nila menyudahi kelitikannya.“Hmmmhaaaaaa…” Aku menghela napas panjang melepaskan gigitan bibirku sendiri. Enyakkk..”Mbak nila meracau dengan suara binalnya yang tak lagi kukenal. Spontan wajahku memerah, akupun membenarkan posisi dudukku. iya gapapah.. Tak lupa jempolku juga masih terus mengusapi klitorisnya habis-habisan. Dan yang jelas burungku terasa nikmat sekali. Dengan langkah malas aku masuk kedalam kamar dan berganti baju kemudian menghabiskan




















