Dia kemudian memegang kepalaku dan kemudian memagut bibirku. Bokepindo Hmm tak heran badannya ikut bergetar saat mengulum penisku.Tiba-tiba mba indah berhenti mengulum penisku. Apalagi kalau dia memakai celana pendek favoritnya, terlihat jelas paha mulusnya dan betis bulir padinya yang aduhai. Aku melihat wajahnya. Aku juga senang sekali memperhatikan lekukan pinggangnya yang seperti gitar spanyol itu, pantatnya yang membulat dan pahanya yang putih. Penisku tegang penuh karena ciuman itu.Kami berciuman sangat hebat, “clop..clop…clop” bunyi diantara ciuman saling sedot kami. Crot..” akhirnya aku mengeluarkan pipisku di mulutnya, aku baru tau kemudian kalo itu adalah cairan spermaMba indah menyedot semua cairan spermaku, kemudian dia tersenyum padaku. Nikmat sekali, tapi aku lebih bisa mengendalikan diri sekarang.“Rian, masukin ya sekarang, mba udah gak tahan !” ujarnya sambil menatapku dengan pandangan sayu. Gerakkannya terhenti. “Akh…akhh… akhh…” lenguhnya sambil menggoyangkan kepala kekiri kekanan.Mukaku yang berada didepan lehernya menciumi dan menjilati leher mba indah dengan sangat bernafsu.Aku lengkungkan badanku, kemudian aku penyedot pentil payudara kirinya.




















