Kadang cepat, kadang pelan. Digenggamnya penisku erat-erat lalu diusap-usapnya.Memang Silvia tahu apa yang harus dilakukan. Bokep hijab Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Tubuhnya terlalu tinggi bagiku, sekitar 170cm, sedang aku hanya 165cm. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Kalau dipijiti, oh.. Seketika itu aku lari mencari taksi tersebut.Begitu aku membuka pintu taksi, Oh.. Kutekan punggungku ke depan. Tiga empat kali kugoyang seperti itu. Kudekati mukanya. Kugoyang terus hingga tubuh Silvia seperti terguncang-guncang. Kemudian kutarik ke belakang perlahan-lahan. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang. Kami telentang miring sambil berpelukan. Matanya terbuka lebar memandangku. Matanya terpejam. Bibirnya dicibirkan rapat-rapat seperti tidak sabar menunggu tindakanku selanjutnya. Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang.“Mau diteruskan..?” tanyaku kemudian. Kujilat-jilat dengan lidahku. Lehernya kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Maklum tubuhku capek sekali setelah menempuh perjalanan KotaX ke Jakarta. Kutekan penisku ke dalam. Nafasnya terengah-engah. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya.




















