Ditatapnya senjata kebanggaanku, lalu menatapku dan tersenyum. XNXX bokep ”Terima kasih ya Pak..sudah nolongin”. Kubasahi sabun lagi dan kugosokkan ke dada, kedua susu dan pentilnya, serta perut. Bener kamu masih nyimpen obatnya ?”, sambil kucubit pipinya. ”Sekarang..kamu maju mundurkan dengan dipegang tanganmu. ”Kamu mau burungku kumasukkin..hmm.. ”Aahh..hmmppff”, erangnya. Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. Aku keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di depan komputer, melanjutkan ngubek-ubek bokep. “Bapak nggak nglepas celana dalem ?”, tanyanya. Mata Tina sedikit membesar. Secara tiba-tiba kuhentikan lalu kubalikkan badannya menghadapku. Tanpa memikirkan lebih lanjut, aku lalu melangkah ke luar kamar mandi. Tina lalu menggosok gigi dahulu. Saat Tina mulai memasukkan kembali mainan-mainan ke keranjang, baru aku menyadarinya. Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. ”Sekarang..kamu maju mundurkan dengan dipegang tanganmu. Aku masuk rumah lalu cepat cepat duduk di depan komputer, browsing, karena suami adikku memasang internet untuk mendukung pekerjaannya.10 menit kemudian Tina menyajikan segelas es teh untukku.




















