Disela-sela obrolan kami Ninik masih menyindir tentang pengkhianatanku dulu.“Pacaranya sama siapa, kawinnya sama siapa?” kata sindiran yang keluar dari mulut Ninik.Di kamar sebuah hotel pada waktu siang hari, kami asyik ngobrol mengenang masa lalu dan saling mengungkapkan rasa rindu karena lama tak bertemu. MAra mereingis menahan sakit.“Auuu…sakit Mass” rintihnya.Aku cium bibirnya dengan lembut agar mengurangi rasa sakitnya. Bokep hot Ninik tersenyum dan kedua tangannya yang lembut membelaiku.“Saayaang..Udah keluar ya … ” godanya.Kemudian Ninik mendorong tubuhku hingga jatuh lagi. Kini malam pertamaku bersama Mara sebagai seorang suami aku berkewajiban untuk melakukan hal yang selayaknya dilakukan sepasang suami istri. Diapun menggelinjang.“Aaaahhh….Maaassss…”Goyanganku makin tambah cepat lagi dan kamipun orgasme bersama keluar bersama“Crooot…crot..crot” Air maniku keluar ke dalam memek Mara semua.Dua minggu sudah aku menikah dengan Mara, selama itu pula kami siang ataupun malam selalu bercinta. Aku mengikuti saja. Ku lanjutkan lagi untuk menyodok memeknya. Mara yang melihatnya hanya terdiam. Sejak pertemuan terakhir itu hingga kini, Aku dan Ninik sulit untuk ketemuan lagi karena kesibukan kami




















