Setelah dia tak begitu canggung berbicara denganku, aku mulai memasang jebakanku, kutawari dia untuk merokok, Hesti kaget mendengar tawaranku itu, dengan ragu ragu ia memandangku. Bokep hijab Mendengar itu Hesti baru berani menjawab, ” Ya kadang kadang omong omong, kadang kadang juga yang lainnya Pak!” “Yang lainnya bagaimana?” kejarku, Hesti tak menjawab tetapi hanya senyum saja. Dari situ aku yakin kalau Hesti ini doyan main ! Nonok Wulan terasa legit sekali, rasa hangat yang menjepit kontolku membuat aku menggigit bibir karena enaknya. Dengan penuh hormat ia menjabat tanganku dan duduk di depanku sambil menyerahkan berkas wawancara dari staffku sebelumnya. Wajahnya cantik dengan tipe Jawa, hidungnya mancung dan kulitnya putih, bibirnya sangat sensual dengan lipstick merah tua. “Apakah ini pacar Hesti yang pertama ataukah sebelumnya sudah sering berpacaran ? Kukejar lagi dengan pertanyaan, “sudah dengan berapa pria Hesti berhubungan seks ? ” “seratus tujuh puluh enam senti Pak” “Berapa ukuran vital Wulan ?” “Dada 36, pinggang 30, pinggul 38” Aku tersenyum mendengar ukuran




















