Dia menungguku di sana sambil tertawa terbahak-bahak melihatku datang. Bokep live Nyonya Hana ada di depanku membawa makanan. Sebentar kemudian sebuah mobil pick up yang bagian belakangnya penuh dengan penumpang terlihat dari jauh. Mungkin sekitar pukul enam pagi. Dan aku tidak menerima imbalan apapun. Aku benar-benar diperlakukan seperti budak malam itu. Dua cambukan menghajar punggungku dengan keras. Telepon di kontrakanku berdering. Kini aku semakin tidak berdaya. Tubuhku terasa sangat lemas. Rasanya seperti diiris dengan pisau. Singkat cerita, kami pun saling cocok.Sejak awal bulan Juli, kami pun sepakat untuk menjadi pasangan majikan dan budak. Mungkin sekitar pukul enam pagi. Akhirnya, mereka berlalu juga.Kejadian seperti itu berulang terus sepanjang aku menempuh perjalananku. Tar! Rasanya seperti di neraka. Nyonya Hana terus mencambukku sampai sekitar 200 cambukan. Aku benar-benar merasa sangat rendah saat itu. Tubuhku terasa sangat lemas. Nyonya Hana kembali mendekatiku, dan kali ini dia membawa sebuah lilin merah dengan diameter besar, seperti yang sering dipakai di kuil-kuil.




















