“Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!” ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya.“Hangat, lembab, sempit sekali Bu..” kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya. Bokep tobrut jawab aja..! Ohh..” desah Ibu Rini sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya.Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpa kusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Oke..? Bukan main!Lalu kami berdua tergolek di atas tempat tidur dengan tubuh telanjang yang dibasahi oleh keringat dan lahar kami. Tenagaku sudah begitu terkuras, tetapi aku belum mau berputus asa. Ini dibuktikan dengan sodokan kejantananku yang berusaha menusuk sedalam-dalamnya. Ehmm.., baiklah, Saya akan jawab sejujurnya. Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Rini yang turun naik. Kudekatkan mulutku ke bibir Memeknya dan kujulurkan lidahku untuk mencicipi lezatnya lubang itu. Aku udah gatel nich.. uuhh..” desahan-desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut Ibu Rini.Geliat-geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasi yang luar biasa akibat sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujung syaraf sensitif di payudaranya. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan.“Hmm..




















