Dibaringkannya tubuhku yang sudah lemas itu di sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. “Biarkan Dik Citra,biarkan kamu tetap mengenakan ****** dan baju panjangmu ini,Justru inilah yang membuatku sangat terangsang.Di balik ****** dan baju panjangmu ini,tersimpan sejuta misteri kenikmatan,dan hari nii aku terlah membuktikannya”. Bokepindo Benar kata orang bahwa dia ini seorang bandot tua, buktinya ketika di rumahku kao aku lewat didepannya, seringkali matanya jelalatan melihat padaku seolah-olah matanya tembus pandang ke balik pakaianku. “Mari Dik, kesinikan kakinya biar bapak pijat”. Sesaat kemudian kurasakan benda yang lunak dan basah menggelitik vaginaku, oohh…lidahnya menjilati klistorisku, terkadang menyeruak ke dalam menjilati dinding kemaluanku. Buah dadaku saling bergesekan dengan dadanya yang sedikit berbulu, kedua paha rampingku kulingkarkan pada pinggangnya.Kadang tanganku mengangkai ujung ****** yang terjulur di dada…agar buah dadaku yang montok dapat bersentuhan langsung dengan tubuh pak Hambali.Aku mendesah tak karuan sambil mengigiti jariku sendiri. Tapi kali ini pak Hambali …seorang laki2 yg bukan suamiku telah jauh masuik ke dalam
bagian2 tubuhku




















