Semakin lama rasa jijik yang ada berubah menjadi rasa ninkmat yang tiada tara.Est ..est ..teruuss ..tee..russ..auw ..nik, mat..mbak ita tak mampu menahan nikmat yang diterimanya dari jilatan mautku yang sesekali kuiringi dengan memasukkan jariku ke liang senggamanya. Bokep stw Kuluman dan jilatan Mbak Desi ternyata lebih nikmat dari Mbak Ita. Kuremas-remas dengan garangnya seolah meremas santan kelapa. “Aduh!!” meleset pada tusukanku yang pertama. Ia menangis dan kulihat suaminya langsung pergi entah kemana. Diluar dugaanku ternyata aku menabrak sesuatu yang ternyata adalah Mbak ita. Tanpa kusadari tiba-tiba keluar cairan kental dari vagina nya yang belakangan kutau bahwa itu adalah cairan wanita. Secara samar-samar dapat kulihat bentuk payudaranya. “Wah ..indahnya pemandangan ini” ucapku dalam hati. “Ayo..teruuss..ayo..” teriakku memberi semangat”.Ah..ah..ah..oh..desah Mbak Desi semakin terdengar kencang. Tetapi itu tidak menghentikanku untuk terus menjilatinya. Nah, dari sinilah semuanya berawal.Seperti biasa pada pagi hari semua penghuni bedeng sibuk dibelakang (mandi, mencuci). Aku tidak memperdulikannya dan tetap menggenjot dengan cepat.Kemudian aku mengganti posisi dengan menggendong Mbak Desi didepanku.




















