Reza memejam, merintih“Reza.. Bokep barat ha… h.. Sini aku ganti sekalian.”“Ga usah, wong udah ke beli ini kak, santai wae toh kak”‘Ah ya sudahlah, nanti saja aku ganti’ pikirku untuk mentraktir mereka makan.“Yuk masuk ke theater dulu yu, pengen ngadem hehe” ajakkuLalu kita bertiga pun masuk ke dalam theater, film pun dimulai, lampu sudah di padamkan, tapi jujur selama lampu di padamkan, dan film dimulai aku tidak melakukan aktifitas apapun selain memegang tangan Reza. aku mengerang pelan, kemaluan Reza menyedot kejantananku ke dalam relung tubuhnya.Aku menikmati lumatan kemaluan Reza, Pinggulnya naik turun, maju mundur. Hehe. hehe”“Apaan sih kak,” sambil menundukkan wajah merahnya.Sebenernya jarak yang di tempuh dari kawasan Pemuda menuju Genuk relatif dekat, karena waktu sudah sore, daerah Kota Lama yang kulewati tergenang rob, kendaraan macet berjejer menghindari air laut yang pasang. Untuk jadwal kampanye di serahkan kepada Aku dan Ibuku untuk mendesign acara sesuai keinginan kami. tunggu sebentar Kaaaak!..




















