Terus..teruss.. XNXX bokep Semakin dipercepat kocokan kontolnya pada toketku.Tiga menit sudah kocokan hebat kontolnya di toket montok ku berlangsung. remas seluruhnya saja..” aku semakin menggelinjang-gelinjang dalam dekapan eratnya. hhh.. Beberapa lembar tissue diambil untuk mengelap peju yang berleleran di rahang, leher, dan toketku. Dia sudah bertelanjang bulat. Tinggiku sekitar 167 cm. Hhh..”
“Sin.. Ak! Dia mempererat dekapannya, sementara aku pun mempererat pelukanku pada dirinya.Kehangatan tubuhnya terasa merembes ke badanku, toketku yang membusung terasa semakin menekan dadanya. Ada yang tidak dapat dilap, yakni cairan peju yang sudah terlajur jatuh di rambut ku.“Mo kemana om”, tanyaku. Aku sudah makin liar saja desahannya, aku sangat menikmati gelutannya, lupa bahwa dia ini om suamiku.“Om.. sssh..”
Gigiku tertutup rapat. Cret! Plak! Aku pun berteriak tanpa kendali: “..keluarrr..!” Mataku membeliak-beliak. hhh.. kontol om besar dan panjang sekali.. Pejunya menyembur dengan derasnya, menyemprot dinding nonokku yang terdalam. enak sekali Sin.. enak.. kontol om terasa besar dan keras sekali menekan perut Sintia. Jebollah pertahanannya.




















