No info
Entah kenapa aku malah menawarkan diri untuk mengantarkan si nenek. Mungkin karena Kontolku yang terlalu besar ini membuat memeknya kaget, aku tak peduli meskipun tetap kulakukan dengan hati-hati. XNXX jepang Entah karena setan penghuni tetap di tubuhku atau ada setan outsorching lewat, aku menarik dompet dan mengambil selembar uang Lima puluh ribuan.“uangnya disimpan saja mbah, saya ikhlas kok nganterin simbah … ini malah saya ada uang buat simbah tapi uang ini ada syaratnya… ““syarat apa mas?” Mbah Suliyem tampak kebingungan meskipun saat itu juga dia menerima uangku.“simbah boleh ambil uang itu kalau simbah mau kocokin kontolku?”Aku memang sudah menghitung resiko dengan perbuatanku ini, kalaupun terjadi penolakan, kecil kemungkinannya untuk menjadikan maslah buatku. mungkin dalam pikirannya, tugas dan amanat yang sudah diembannya selesai, tapi itu tidak berlaku buatku. “Iya mbah… ” kulihat kembali mbah Suliyem yang kesusahan mencari handle pintu mobil dan lucunya, uang penawaranku pada saat itu juga diselipkan di balik kain stagen (stagen = semacam korset atau ikat pinggang dari kain,-red).





















