Akhirnya kami menuju Nine Ball Cafe. Bokep asia Nana tambah mempercepat gerakan dan akhirnya dia juga berteriak. Aku mulai membuka baju dan kaos dalamku. Dia termasuk bagus main bilyardnya dan permainna kami tidak jauh berbeda, mungkin aku hanya menang karena jam terbangku lebih tinggi saja. aku keluuaaar lagiiiii.. ”Kenapa Na..? Clitorisnya aku jilat dan aku putari dengan lidahku… eh..ah…Yan.. Setelah hanya tinggal celana dalam seperti juga halnya Nana, aku langsung menubruk dan mulai berkonsentrasi pada pangkal pahanya. Hari Jum’at sore ini, aku ada jadwal meeting di kantor client-ku itu, dan setelah meeting aku sengaja mengunjungi mejanya. ”Ok.. ”Idih.. Waduh… aku tidak tahu apakah obat perangsang ku sudah bereaksi dalam waktu 20 menit. pernah aku mencoba mencampurnya kedalam air putih, ternyata air menjadi hijau dan sedikit ada bau rempah-rempah. Aku mulai memainkan lidahku, sambil kadang naik mencium belakang telinganya..




















