Aduuh enaak, enaak sekali. Tapi tidak boleh begitu. Bokep live Ibu juga, punya anakya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya. Rasanya lemas sekali. “Tomy juga buu”, bisikku. “Tomy juga buu”, bisikku. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertuaku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkawinanku. “Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, Tom, sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus. Sumpah deh. Ibu mertuaku memandangku dengan tanpa berkedip. Ibu mertuaku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku. Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Riris telah meninggal dunia. “Aduuh Toom. Kami saling mengasihi, antara ibu dan anak, antara seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain.




















