Segera aku berbalik badan untuk memandangnya lebih jelas lagi adegan itu.Tania berkata manja,“Ayo Mas.., tolong gosokin punggung Nia dong..”. Bokep jilbab Ia sedang dalam perjalanan yang tak mungkin dihentikannya lagi. Aacchh..”, Tania merintih-rintih keras dalam kenikmatan sensasi fantasinya.Hanya suara rintihan itu yang bisa aku dengar dari ujung telephone selama beberapa saat. Air hangat terasa membasahi kaki dan pinggangku, lalu aku mulai menyiramkan air hangat itu di sekujur punggungnya. Sekali lagi aku membasuh dadanya, aku meremas-remas payudaranya yang lembut dengan puting yang telah mengeras itu. Tapi itu tak perlu, karena aku tak akan segera berhenti.Air bak mandi bergejolak hebat, sebagian tumpah ke lantai, menimbulkan suara kecipak yang ramai. Lalu aku berucap pelan,“Kita harus segera mandi lagi, nih, ‘yang.. Tetapi lalu dengan cepat semakin lebat. Ia bahkan masih terus mengerang dengan suara pelan. tetapi rasa rinduku yang menggebu-gebu mengalahkan segalanya.Ketika Tania hendak mulai memejamkan matanya, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamarnya.“Siapa..?”, ujarnya sedikit malas.“Nia, ada telephone untuk kamu di depan”, ujar suara Eni teman




















