Disekitarnya ada
beberapa lelaki yang sedang asik ngopi sambil main catur. “Mana duitnya non?”, tanya salah seorang cowok tadi, yang belakangan
aku tahu namanya Ujang. Bokep korea Putih mulus, bahkan ketiaknya juga ikutan
mulus. Umurku 18tahun, masih skul di sma tapi mau lulus. Untuk yang kesekian kalinya, gelak tawa
yang menjijikkan itu menggema di mobil tersebut.“Non kan tidak bisa bayar. Udara malam yang dingin mulai menusuk kulitku. “Sudah mbak. Segala pikiran ini berkecamuk didalam kepala aku. “Kalau ngga bisa bayar pake duit, bayar
pake yang lain juga boleh non.”. Duh…Aku bingung mau ngapain. Nama temen-teman aku itu Aline,
Ayu dan Anita (namanya juga samaran, hehehe asal karang aja). Dia memegang kepalaku dari belakang dan mendorongnya kedepan
sehingga aku tersedak merasakan penis besar itu semakin masuk kedalam
kerongkongan aku dan menyemprotkan spermanya. Beberapa detik kemudian, aku merasakan akan
mencapai orgasm. Aku mulai menikmati permainan seks dengan orang asing ini.




















