Bagaimana ini Bu’. “Ayo Nif, silakan dipijit kepala dan leherku bagian belakang
lalu punggungku” pintanya seolah tak sabar menunggu lagi. Bokep Ini adalah rezkimu, kesempatanmu dan kamu pasti menginginkannya”
katanya ketika aku mulai agak menghindar. Lalu ia tiba-tiba bangkit dari tidurnya
sambil berpegangan pada leher bajuku. decikk.. Ia sudah cukup tua, yang jika ditaksir
usianya sekitar 50 tahun ke atas. Kalau bukan karena si sopir itu berhenti duluan makan, aku tidak bakal berhenti
makan dan aku semakin betah duduk berlama-lama di kursi makan itu berkat
lemparan senyum si wanita setengah baya itu. Setelah kami duduk kembali bersama dengan si sopir itu di
ruang tamu, laki-laki berperawakan besar tadi kembali duduk di depanku dan
berkata,
“Kamu dari daerah mana dan dimana orang tuamu nak?” tanya
laki-laki itu. Pembantu rumah itu sedang menyapu di halaman belakang,
sementara anak kimcil satu-satunya itu sedang ke sekolah.“Nif, bisa nggak kamu membantu aku seperti suamiku
membantuku setiap malam?” tanya istri keduanya itu ketika aku sedang
membersihkan tempat tidurnya. Mau khan?” katanya berbisik. “Yah.. Sedang yang satunya lagi sedang berbaring di
atas




















