jangan pak.. Nikmat ya?,” suara Bisma bertanya sambil wajah Siti di close-up. Bokepindo Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak mungkin dihindari, secara naluriah ia jelas sangat menikmatinya, namun secara moral, bagaimanapun ini perkosaan, apakah pantas ia menikmatinya? “Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat.. Tadi sempat ke sini ya? Revan mencapai puncaknya. “Waduh.. tante.. Dari komentar mereka Ridho tahu kalau mereka nekad memperkosa Siti karena Siti menyinggung perasaan mereka. tenang aja tante.. nanti juga wenak..,” kata Revan sambil tanganya memberi kode ke kamera agar mendekat. Rasanya ia ingin sekali menemukan petugas hotel itu dan menghajarnya habis-habisan. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. Terlihat jelas dinding vagina Siti berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Makanya jangan melawan ya,” Revan menghisap celana dalam Siti di bagian tengah yang ada bercak basahnya, lalu menghempasnya ke arah kamera. Bukankah Siti akhirnya menikmati juga?, bagaimana mungkin ini dilaporkan ke polisi?




















