Aku ingin melihat reaksi Felicia.“Salah tuh mainnya.” komentar Felicia. Bokep indo Belum mahir kok.” Aku berhenti di depan rumah Felicia.“Tinggal dengan siapa?” tanyaku ketika kami masuk ke rumahnya. Srr.. Kalau mau marah ya aku terima saja. Kalau kamu naikkan, aku tidak tahan..” alasanku.Aku memang ingin membuat Felicia kedinginan. Aku berusaha keras membuatnya merasakan kenikmatan. Gadis ini wajahnya tidak terlalu cantik. Aku pun menatapnya. Beberapa saat kemudian aku berhenti. Felicia ternyata bermain sangat aman. Seorang gadis berusia kira-kira 26 tahun. Felicia diam saja. Aku bisa merasakan nafasnya di leherku. Ini malam pertama aku main keyboard sambil menyanyi.”“Oh ya? Perlahan ujung lidahku mendekati putingnya. Kesempatan untuk memegang tangannya.“Jangan.. From Boy.”, tulisku di kertas request sekaligus menuliskan nomor HP-ku. Felicia cukup aktif. Di kamarnya aku melihat ada sebuah keyboard. Kukira Felicia akan berteriak terkejut atau marah. Aku tunggu ya.”“Okay.. Dia Boy.” aku menganggukkan kepalaku padanya.“Hi Gladys..” sapaku.Kemudian aku berdiri. Felicia meresponsku.













