Wajah laki-laki itupun tidak terambil oleh kamera. Tapi ditahannya hasrat birahinya, karena ia ingin supaya Daissy bisa praktek langsung dengan Bambang.“Eh sayang,” kata Carla padanya, “kenalin dong, ini sahabat Lala!”Daissy makin menciut ketakutan, terutama ketika laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.“Bambang,” katanya memperkenalkan diri.Daissy sendiri tidak mampu berkata apa-apa. Bokep arab Kali ini Daissy menumpahkan seluruh gairah-birahinya dengan lebih bersemangat. Suasana rumah pada malam ini agak sepi. Memang kadang-kadang timbul juga rasa kasihan di hatinya melihat Erick. Seperti terhipnotis semua kendali kesadaran dirinya sirna. Bambang masih mengusap-usap kepalanya. Kelihatannya Daissy sudah penasaran menunggu Carla menceritakan pengalamannya, katanya supaya bisa dipakainya untuk mengatasi persoalannya dengan Erick. Tanpa rasa curiga Daissypun beranjak dan duduk di sebelahnya. Terlihat tangan Erick bergerak mengambil sebuah amplop dari bawah meja, lalu dikeluarkannya tiga buah foto berukuran agak besar. Kalaupun mau lari entah bisa kemana. Tapi katanya,“Nggak berani ah La. Persis seperti dulu.“Puas Rick?” Tanya Daissy kepadanya.“Aduh Yang, ini yang selama ini aku kehilangan,” lalu tanyanya, “boleh sering-sering nggak?”


















