“janji deh, lusa aku milikmu, seharian atau sehari semalam juga nggak apa” kataku sudah mulai lemah posisiku, tapi dia tetap bersikeras.Karena sama sama bersikeras, akhirnya sama sama gagal, kulihat tatap kekecewaan dimatanya begitu juga aku, harus memendam kedongkolan, dasar laki laki tak mau mengalah sedikitpun.Awas kalau lusa jadi, akan kukerjain kamu, janjiku dalam hati.Setelah menyelipkan 20 ribuan pada petugas valet yang sudah kukenal, kupacu mobilku menuju tempat kost. Bokep montok “minta Toni milihin, dia pintar tuh memadukan pakaian” katanya kemudian terdengar pintu ditutup kembali, disusul bunyi air shower.Tanpa membuang waktu lagi, Pak Toni kembali memeluk dan memasukkan tangannya ke dadaku, ditariknya lepas tali pengikat piyama dan dibaliknya tubuhku hingga kami berhadapan. Kuremas remas kepalanya dan kulebarkan kakiku saat jari jemari Iwan berada diselangkangan.Semenit kemudian, aku sudah telentang di atas meja dengan kaki terpentang lebar dan kepala Iwan berada di antaranya.Desah kenikmatan semakin lancar meluncur dari bibirku karena jilatan Iwan pada vagina, sesekali kujepit kepala itu dengan kedua pahaku.




















