Kalaupun Mas Toto benar-benar terangsang ketika berada di kamarku, memang wajar. Bokepindo Dengan sengaja kedua tangannya menyentuh payudaraku. Pantas saja Mbak Dewi betah di kamar. “Mas sudah ngga tahan, sayang..!” katanya. Seperti tidak percaya, aku mengenang kejadian beberapa menit yang lalu. Kusambar handphone-ku, lagi-lagi SMS dari Mas Toto. Aku tersenyum mendengar ucapannya. Ahh, rupanya hanya SMS saja. Aku tidak bereaksi. Gaya seperti ini pernah saya lihat di film biru. Kedua kakiku ditekuknya seperti kecoa kepanasan. Bahkan, kalau sedang tiduran di samping Mbak Dewi pun, Mas Toto sengaja menyimpan handphone-nya di bawah bantal, agar dering atau vibrasinya tidak terdengar istrinya.Pernah suatu ketika, lewat SMS Mas Toto memberitahu kalau dia mau ‘main’ sama Mbak. Bukan hanya dia yang mengatakan buah dadaku indah, bahkan teman-teman cewek di kampus pun iri melihat punyaku ini. Tapi sudahlah.Hari-hari berikutnya, kami masih sering ber-SMS ria. Hampir aku tidak mendengar ucapannya. Kulitnya yang putih bersih, ditumbuhi bulu-bulu halus.




















