Namun mang Gimin belum satu kali-pun muncrat. Indo bokep Lalu ia pentangkan kedua tanganku di sisi kepalaku sehingga aku benar-benar tak berkutik di bawah tindihannya. Lalu dengan cepat mereka berempat menggelilingi mang Gimin. Tak sedikitpun yang ia lewatkan. Karena vaginaku masih terasa sakit sekali maka mang Gimin harus memapahku saat berjalan. Sesungguhnya aku suka sekali saat dia mengerjaiku dengan lidahnya. Mang Gimin-pun mengangkat wajahnya keluar dari selangkanganku. Tapi aku tak ingin diantar olehnya lagi. Itu artinya aku dan mang Gimin harus berpisah. Biarlah non yang menjadi istri terakhir buat mamang”
“Aduhhh pake ikrar segala sih mang? Apa yang telah ia lakukan tak berbeda dengan Lila. Kini suasana kamar tak lagi seramai tadi hanya terdengar segukanku. Sebaiknya aku duduk saja dulu di sini. Tapi ia seakan tak ingin membiarkan tubuhku indahku tersia-sia begitu saja. Kali ini aku tak tinggal diam.




















