Aku peluk tubuh Reni tanpa melepas bibirku.Bahkan tanganku lebih berani menggerayangi tubuhnya, mungkin karena kami sudah pernah melakukan adegan seperti dalam cerita sex “OOOoouuuggghhhh… aaaaggggghh…. maaaf… aaaaku… maaf..” Tidak dapat lagi aku berkata akhirnya aku hanya memeluknya dengan erat, cukup lama aku membuatnya untuk tidak marah lagi padaku sampai akhirnya diapun mengajakku pergi dari tempat itu.Apalagi kami menjadi pusat perhatian saja, selama dalam perjalanan Reni terdiam aku yang awalnya tidak berhenti mengatakan kata maaf akhirnya ikut terdiam juga. Bokep colmek Reni mau pulang..” Katanya memecahkan kesunyian di antara kami. Aku tidak mengejarnya waktu dia menangis, aku sudah termakan egoku untuk mengalah. aaaaggggghhh….. Reni terus bergerak membuat akupun menikmati setiap gerakannya.Kontolkupun tidak dapat mengontrolnya mungkin karena sudah lama tidak melakukan hubungan intim ini “OOOOuugggghh… Reeeen… aaaaakkkhhhhh…. mas Bagas mau ngomong apa .. mas Bagas mau ngomong apa .. Akupun sadar kalau aku sudah begitu kasar memperlakukannya di depan umum kala itu. aaaaagggggggghhhh….” Reni sepertinya sudah mengharap lebih, dia pasrah ketika tanganku masuk dalam




















