Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Bokepindo Itu namaku. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Aku memekik dan mulai menangis. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana.




















