Aku mulai menggerakkan prop USG ke bagian badan atasnya, karena BHnya masih ditempat tentu
saja aku tak bisa mengarahkan prop tepat ke Jantungnya
“Diana, eh.eh.”. Akhirnya setelah menerima “perintah” dari pembeli, aku panggil bagian service yg Insinyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Bokep colmek Aku remas-remas dan memain-mainkan pelan buah dadanya. Aku mengangguk. Tapi sudahlah mulut aku sudah dalam posisi itu. Mulai sore tersebut, akhirnya dgn berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam. Aku tarik badan Diana ketepi meja pingpong, segera aku masukkan “tongkat naga” aku ke kemaluannya. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Diana yg telanjang bulat dan menakjubkan. Sedangkan otak aku masih berperang antara “Mas dan Pak”. Lendir kemaluannya mempermudah aku untuk menggosok-gosok jari tengah aku ke kemaluannya, juga kelentitnya. Rupanya dia sedang menikmati semaksimalnya klimaks dan keheningan sewaktu yg timbul pada dirinya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. “Pak, masukin.pak” Diana memohon. “Aduh, sekarang dia panggil aku Mas,
padahal aku bossnya, belum lagi kalau dia hamil”




















