Gairah Tersembunyi: Menggoda Hati Sang Teman Sekamar

Sabina Rouge is walking through the living room when she notices a pair of panties hanging off the edge of the couch. Bokep hd They’re not HER panties, that’s for sure… So that means they must be her roommate’s panties! No way… It seems like the roommate in question, Scarlett Mae, isn’t home. So that means she’ll be none the wiser if Sabina takes a little sniff, right? What’s the harm? It’s a victimless crime! Sabina grabs the panties and starts sniffing. She’s instantly turned on, so she decides to sit on the couch and rub those delicious panties all over her wet pussy. But it isn’t long before Scarlett walks in and catches Sabina in the act! Sabina’s instantly embarrassed about being caught fapping- she had no idea Scarlett was home… But Scarlett isn’t angry at all. In fact, she’s flattered that her sexy roommate has a crush on her. As it turns out, Scarlett has a little crush on Sabina as well. And if Sabina likes the taste of Scarlett’s undergarments, she’s gonna LOVE the taste of Scarlett’s pussy even more!

“Ray? Bangsat hina! gini..” Nia tertawa melihat kegugupanku. ahh.. mm.. “Ahh.. nyari tempat yuk,” kataku. Aku berusaha menekan lagi,
“Ahhkk..”
Kami mengerang bersamaan, kutekan-tekan batang kemaluanku, tanganku menggapai susunya dan meremas-remas, membuat kepalanya terangkat ke belakang.Keringat di tubuhku semakin deras karena kurangnya ventilasi di dalam mobil, dan karena segala gerakan yang kulakukan. nggak apa-apa. ahh.. Lampu, sempat aku celingukan seperti orang bingung menatap sekelilingku. “Sayanghh..” Nia membalas ciumanku. Nia mencondongkan kepalanya. “Kamu ada masalah apalagi dengan Enni?”
“Biasa, sifat kekanak-kanakannya belum mau hilang.”
“Ya sudahlah, tadi dia nangis telpon aku..”
“Lalu? Gila, aku tahu kamu protes atas ucapanku, hahahaha. Saatnya, pikirku. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. Kuangkat tubuhku, menatap kemaluanku yang mulai agak lemas. “Kamu ada masalah apalagi dengan Enni?”
“Biasa, sifat kekanak-kanakannya belum mau hilang.”
“Ya sudahlah, tadi dia nangis telpon aku..”
“Lalu? ah..” kudengar erangannya saat pinggulku bergerak-gerak di atasnya.

Gairah Tersembunyi: Menggoda Hati Sang Teman Sekamar

Related videos