Om lumayan ganteng, belum tua2 amat sih, mungkin pertengahan 40an.Satu malem, aku baru pulang dugem dengan teman2ku. Bokep Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku.Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. “Kamu minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di nonokku.Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dan nikmat luar biasa. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. “Dugemnya dilanjutin sama om yuk”, katanya sambil mencium pipiku.Aku memberontak, tapi dia mempererat peukannya, aku tenggelam dipelukannya. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. Telah dua kali aku nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat. Om sering ketiduran di depan tv, dan baru masuk kamar kalo lampu kamar sudah gelap, artinya tante sudah tidur. Mili per mili.Pelan sekali terus masuk kontolnya.




















