Kubuka pakaianku sampai telanjang bulat, Dengan posisi duduk, kukocok pelan-pelan penisku yg sudah berdiri tegak, sambil nonton BF dalam film tersebut.Sedang asyik-asyiknya mengocok, tiba-tiba Silvi datang dengan sedikit berteriak “Mana filmnya? komentarnyaLalu kuhentikan sementara, sambil memandang dengan takjub lubang memeknya dan menghirup aroma khas kewanitaannya itu.Silvi protes, “Uuuhh..kok dihentiin sih Bang, lagi enak nih.”Jawabku,”Jangan buru-buru sayang, kita main santai tapi kita sama-sama rasakan keenakan?.Ngak aah… sekarang aja Bang, lagi tanggung nih, barusan lagi enak2nya malah di berhentiin. Bokep “jawabku“Pernahlah, aneh loe bang”, katanya.“Lalu rasanya seperti apa? Kok mereka ngak jijik ya?””Kamu pernah terangsang belum? masuklah spermaku itu di dalam mulutnya.Hmmmm… apa-apaan ini bang, rasanya manis campur asin gitu sih…Udah telan aja, itu bisa bikin awet muda kok sayang”ucapkuLalu badan kami sesaat seperti tersetrum listrik kenikmatan yang tiada duanya. Ngaku aja deh!” protesnya.“Belum lah, enak aja kamu ngomongnya. Serius nih ngak sakit atau selaput daraku ngak pecah?” tanyanya dengan malu.Aku mengangguk mengiyakan, aku yakin sekali, Silvi pasti mau diajak oral sex.




















