Kemudian lakinya bangkit dan memasang handuk yang tercecer di lantai.”Lok kenapa tehnya ada 2 sayang?” tak lama kemudian mantan gue bangkit dari meja makan dan mengelap bekas peju yang berleakan di susunya.”Yang teh telur buat abang, teh manis buat tamu sayang.” Laki mantan gue menyeruput teh telur sampai habis.”Ada tamu di luar cantik? Bokepindo bibir mereka pun berpagutan. Dengan penuh rasa penasaran gue pergi mengendap2 ke dapur mantan semok ku itu. masa aku lupa sih.” Ayo masuk. dedek sampai abang…. Gue sembunyi di balik lemari. siapa?”” Iya bang ada tamu. Setelah puas mengobok2 pepek istrinya dengan jari, lakinya kemudian berdiri terus menjabak rambut istrinya…”Mau kontol lonteku….? Dulu waktu pacaran gue emang sering maining gunung kembarnya. Hujan sedikit reda. Penis jumbo itupun berlahan masuk diiringi lenguhan mantan gue.” aaaccch… aaaauuuh……” desahnya panjang.”Nikmat abang, terasa banget kontol abang….. waktu pacaran kayaknya gak segede itu deh.




















