Dewi pun menyambut ciumanku dengan liar. Dia masih meringis untuk beberapa pompaan pertama ini.“Gila mas, kemaluan mas Handoko gede banget… Dewi berasa penuh dimasukin punya mas.” Tak berapa lama sepertinya Dewi sudah mulai terbiasa. Bokep live Untung saja paman ku ini cukup kaya, dan beliau mempunyai banyak kediaman, lahan dan bisnis di daerah ini.Demikianlah akhirnya aku tinggal selama seminggu ditempat ini. Akhirnya Dewi berpamitan diri denganku untuk pulang bersama grup dangdutnya. Kita bertiga bercakap-cakap sejenak di ruang tamu. Dengan aku tak duga diapun menjawab,“Ya sudah tenang saja mas Handoko, aku pastiin nanti malam mas nggak akan kesepian.” aku tersenyum dan mengerti maksud nya. Ternyata Dewi sudah menunggu didepan kediaman, masih lengkap dengan pakaian pentas dan make up tebalnya. Tentu saja aku masih belum puas, dan langsung aku balikkan badannya ke sofa. Mukanya yang penuh make up itu naik turun, bibirnya erat menghisap gagangku. Sungguh luar biasa memang penyanyi dangdut satu ini pikirku. Inilah ceritaku dengan Dewi, seorang penyanyi dangdut yang montok.Namaku Handoko.




















