Meraih tombol CD player dan kembali lagu barat lama “A Time for Us” terdengar. Aku masih menahan diriku. Indo bokep Sorry,” ia tersenyum melihatku terbata-bata kemudian kembali masuk ke dalam.Sebentar ia sudah kembali sambil membawa segelas teh panas dan handuk yang disampirkan di pundaknya. Gimana kalau diajak kerja ya?”“Bapak bisa aja”.Aku memesan cap cay. Kemudian dilemparnya handuk ke arahku.“Keringkan dulu tubuhmu! Terima kasih untuk latihan sore ini,” aku mohon diri karena kulihat teman yang lain juga sudah siap untuk pulang.“Sama-sama Pak, selamat jalan. Hhh!” keluhku.“Sabar saja pak, maklum sore ini pengunjungnya banyak”.Tidak berapa lama pesananku datang.“Mari, saya makan,” kataku berbasa-basi.“Terima kasih Pak. Ia mendorongku dan beberapa saat kemudian kami sudah bergulingan di atas ranjang besar yang empuk.Aku menindih dan menjelajahi sekujur tubuhnya. Mungkin karena situasi di dalam rumah dan udara dingin. Kamu sungguh luar biasa. Kucoba memainkan otot kemaluanku. Tangan kiriku kubawa ke celah antara dua pahanya.




















