“OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. I took her to the bed. Bokep korea Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Itu saja. Kadang-kadang aku berpikir dibayar pun tidak mau aku untuk tidur dengan mereka dengan wajah mengerikan yang mereka miliki. Aku tertidur.Jam 8 pagi aku terbangun. Dengan janji kami jalan bareng lagi. Kubuka kaca jendela. Katanya mau telepon.” Langsung nyerocos tanpa titik koma. Sampai akhirnya Felly keluar dari kamarnya. “Anyway, apa artinya aku ini. Kadang-kadang aku berpikir dibayar pun tidak mau aku untuk tidur dengan mereka dengan wajah mengerikan yang mereka miliki. Itu saja. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. Kepalaku sudah berat. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Entah apa kurangnya gadis cantik ini hingga aku menyia-nyiakannya. Ketiga temanku berhasil




















