Aku mengambil
posisi 69 dan kemudian setelah Bu Lia kembali bernafsu aku meminta
untuk bertumpu pada tangan dan sikunya. “Oh…
ohhmmm… enak sayang…!” desahannya menambah semangatku untuk
menghisap lebih kuat. Bokep barat Kulihat jalannya agak lain, agak sedikit terangkat,
katanya masih sakit di bagian anusnya, habis memang aku memaksanya
untuk bermain di situ dan ternyata lebih nikmat. “Ohhmm… akuuu sampaiii Ndrraa… sayaanngg…” desahnya dengan tubuh mengejang kaku. Bu Lia menatapku dengan bangga dan kemudian
mengeluarkan dari mulutnya, dan setelah keluar ia menghisap dan
mengocok serta mengeluar-masukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Tentu asal Bu Lia tidak menolak, begitupun aku selain nilai Kalkulusku
A+ aku juga dikasih uang yang cukup banyak setiap bermain dengan Bu Lia
yang cantik. Postur tubuhku bagus hal ini
mungkin karena aku suka olahraga yang bersifat pertarungan, karena
itulah aku ikut bermacam olahraga bela diri. Berarti hanya ada aku dan dia di rumah
ini. 12 menit
kemudian Bu Lia kembali mengejang, dan mencapai puncaknya. Tapi
bagus juga untuk menghilangkan kekakuan antara kami.




















