Bahkan sering aku mencari-cari alasan ntuk menghadap keruangan pribadinya.Wajahnya yg cantik tanpa ada garis-garis ketuaan menjadikannya ngak kalah dengan anak gadis.Saking keseringan aku mengahadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya itu.Tak jarang kalau aku baru masuk ruangannya Bu Anggi langsung dia memuji penampilanku. sementara tangan kirinya melingkar dileherku dan tangan kanan nya membuka kancing bajuku.Permainan ciumannya yg semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yg ku tau selama ini. Bokep indo terbaru “Crooot… Crooot… Crooot”Kurasakan spermaku menyemprot dalam sekali dan Bu Anggi tersentak menerima muntahan sperma panas itu. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian. Aku menurut aja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu.Ketika kutekan bel dengan perasaan aneh dan penuh tanda tanya, akhirnya bu Anggi keluar sambil tersenyum manis ke wajahku.“Maaf ya Jul, aku berubah pikiran dengan mengajakmu makan di dalam kamar aja. Kujilat-jilat dan kuhisap-hisap lidahnya dengan lidahku. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Anggi, aku malah selalu berharap dipanggil.




















