Ibu Tiriku Tak Kuasa Menahan Hasrat Pada Birahiku Yang Besar

Aku tidak mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus vaginanya dengan rudalku. Bokepindo uhhh!” Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. “Koko, gua khan adik Meilan!” Aku menyentuh liang kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya. oohh…. “Ko jangaaan!” dia memohon-mohon padaku. shiit Kooo.. Langsung kukayuh, dan dalam posisi ini Irene bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit. Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil. Sambil memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang agak berwarna pink itu. mmhh”, Irene terus meracau. “Eengghh…. Tidak sabar kutusukkan sekaligus. “Cepat lepasin Ko!” Irene mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya. Selama 15 menit berikutnya aku dan dia masih bertempur sengit. “Eengghh…. Saat itu aku berbisik “Gimana, lu mau udahan?” Aku menggodanya. Setelah Irene mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. ohh…. Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia

Ibu Tiriku Tak Kuasa Menahan Hasrat Pada Birahiku Yang Besar

Related videos