‘Cukup Bu” kataku sambil mengembalikan cup ke tempatnya. Bokep arab Lemas lunglai. Aku tak tahan lagi, persetan dengan sumpah, kode etik dll. Aku memberi kode dengan mengedipkan mata, lalu masuk ke ruang periksa, menunggu. herannya aku nurut saja, bahkan menikmati. Tapi …
“Sekalian Dok, diperiksa yang kiri .” Katanya sambil menggeser BH nya ke bawah. Entah dia merasakan getaran jari-jariku atau engga. engga apa-apa”
“Syukurlah”
“Engga apa-apa kok” kataku masih terus meremasi, mustinya sudah berhenti. Syeni ke meja praktekku .. Creetttttttt………..Kesempr otkan kuat-kuat air maniku ke dalam tubuhnya, ke dalam vagina Syeni, sambil mengejang dan mendenyut …. Kali ini Syeni mampu menccapai klimaks, beberapa detik sebelum aku menyemprotkan vaginanya dengan air maniku …
Lalu dia rebah menindih tubuhku .. “Kapan-kapan ke rumahku ya … kita main di sana ..” Katanya sebelum pergi. Aku menekan lagi. Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya.




















